SDI 1343: Hukum Berwudhu Dengan Rambut Berminyak

Pakaian dan Perhiasan Jumlah paparan: 172

Wednesday, January 16, 2013

Soalan:

Salam.Saya ingin bertanya tentang penggunaan minyak zaitun contohnya Minyak Zaitun Safi..Adakah minyak zaitun tersebut menghalang air wuduk dari sampai ke rambut dan kepala? Perlu bersih kan dulu minyak tersebut sebelum ambil wuduk? Sekian terima kasih.

 

Jawapan:

Minyak zaitun atau seumpamanya yang digunakan untuk meminyakkan rambut tidak menghalang sampainya air ke rambut. Yang difardhukan di dalam wudhu adalah menyapu kepala atau rambut bukan membasuh kepala atau rambut. Maka dalam bab sapuan ia tidak memestikan dikenakan air pada setiap inci helaian rambut. Ditambah lagi, asal hukum sapuan terbina di atas memberi keringanan dan kemudahan. Hal ini dapat diperhatikan dari hadis yang diriwayatkan daripada Ibn ‘Umar RA yang menyebut:

لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُلَبِّدًا

Mafhumnya: “Saya pernah melihat Rasulullah SAW (ketika berihram) rambut baginda dalam keadaan talbid.” (HR al-Bukhari)

Talbid ialah merapikan rambut kepala dengan sesuatu yang dapat mengelakkannya dari kusut-masai.

Namun sekiranya sesuatu perapi rambut itu akan menghasilkan sesuatu yang berjirim, dalam ertikata dapat menghalang air dari sampai ke rambut atau dari sampai ke kulit (bagi anggota yang wajib sampai air ke kulit), maka ketika itu wajib menghilangkan bahan perapi tersebut ketika berwudhu atau mandi janabah. Jika bahan perapi tersebut tidak menghasilkan sesuatu yang boleh menghalang air, sebaliknya hanya meninggalkan kesan berkilat, maka tidak mengapa menggunakannya.

Cetak
Wallahu a'lam