SDI 1650: Status Hadis Letak Tangan Atas Kepala Ketika Baca Empat Ayat Akhir Surah al-Hasyr

Soalan:

Salam ustaz. Sahih ke hadits letakkan tangan atas kepada selepas baca ayat 21-24 dari surah al-Hasyr?

 

Jawapan:

Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Tarikh-nya, dari Idris bin Abdul Karim Al-Haddad yang berkata;

قرأت على خلف فلما بلغت هذه الآية {لو أنزلنا هذا القرآن على جبل} قال : ضع يدك على رأسك فإني قرأت على سليم فلما بلغت هذه الآية قال : ضع يدك على رأسك فإني قرأت على الأعمش فلما بلغت هذه الآية قال : ضع يدك على رأسك فإني قرأت على يحيى بن وثاب فلما بلغت هذه الآية قال : ضد يدك على رأسك فإني قرأت على علقمة والأسود فلما بلغت هذه الآية قال : ضع يدك على رأسك فإنا قرأنا على عبد الله فلما بلغنا هذه الآية قال : ضعا أيديكما على رؤوسكما فإني قرأت على النبي صلى الله عليه وسلم فلما بلغت هذه الآية قال لي : ضع يدك على رأسك فإن جبريل لما نزل بها إلي قال لي : ضع يدك على رأسك فإنها شفاء من كل داء إلا السأم والسأم الموت

"Saya membaca pada Khalaf, setelah saya sampai pada ayat ‘law anzalnaa haadza al-qur’aana’ dia berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena saya membaca pada A’masy, setelah saya sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena saya membaca pada Yahya bin Watsab, setelah saya sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tanganmu karena saya membaca pada Alqamah dan Aswad, setelah saya sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena kami membaca pada Abdullah, setelah kami sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tangan kalian berdua di atas kepala kalian karena saya membaca pada Nabi SAW, setelah saya sampai ayat ini baginda berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena Jibril ketika menurunkan ayat ini padaku, dia kata padaku: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena itu adalah ubat dari segala penyakit kecuali kematian."

Hadis ini dinukilkan oleh al-Alusi dalam tafsirnya Ruh al-Ma‘ani 14/257. Demikian juga al-Suyuti dalam kitabnya al-Durr al-Manthur 8/121. Kedua-dua mereka menyatakan hadis ini diriwayatkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikh Baghdad.

Suatu yang masyhur dalam kalangan ulama hadis, jika terdapat riwayat yang hanya terdapat dalam kitab Tarikh Baghdad, maka ia menunjukkan riwayat tersebut adalah daif (lemah).

Sidiy ‘Abdullah bin al-Hajj Ibrahim al-‘Alawi al-Sanqiti menyebut dalam Manzumah Tal‘ah al-Anwar, bait ke-74:

وَمَا نُمِي لـعَق وعَد وخَط وكِر - ومُسندِ الفردوس ضعفُه شُهِر

Maksudnya: “Dan apa-apa (riwayat) yang disandarkan kepada al-‘Uqaili, Ibn ‘Adi, al-Khatib al-Baghdadi, Ibn ‘Asakir dan kitab Musnad al-Firdaus, kedhaifannya suatu yang masyhur (dalam kalangan ulama).”


Cetak  
Wallahu a'lam